Aku adalah putra Maros..hehe..lahir di kota ini beberapa tahun silam. Sejak lahir, TK, SD, dan SMP aku habiskan di kota kecilku ini. Sungguh bahagia rasanya pertama kali menghirup udara di kota ini.
Sejak SMA aku masih tinggal di maros, tapi sekolahnya di Makassar, SMA 17 makassar. Berangkat subuh pulang sore, menurutku itu sama aja ga tinggal di Maros hahaha, karena maros cuma jadi tempat aku tidur saja. Selanjutnya aku kuliah di Surabaya, di ITS. Sejak saat itu aku benar2 meninggalkan Maros.
Setelah lulus kuliah aku kembali ke kota ku ini. Cukup lama tidak melihat kota ini. Sudah Hampir 8 tahun aku tidak mengamati kota ini dengan seksama. Kini aku punya kesempatan untuk memperhatikannya dengan jelas. Hmmmm……Rasa-rasanya bagiku tidak ada perubahan signifikan pada kota ku ini. Beberapa bangunan baru memang ada seperti mesjid Al Markas Maros. Tetapi kenapa aku merasa kota ini tambah tidak tertata ya? Lampu jalan banyak yang gelap..haduhh..bahaya kecelakaan. Sepertinya masyarakat tidak peduli sama kotanya lagi. Maros..maros..maros..bagi aku pribadi kenapa aku merasa kau tidak berkembang ya?? Apa karena lokasinya yang dekat dari Makassar sehingga masyarakat tidak peduli dengan Maros karena mereka merasa bagian dari makassar?? Saya rasa tidak juga..
Setelah pengamatan ini, aku jadi malu mengaku jadi orang maros, jika temanku di surabaya menanyakan asal daerahku, aku lebih bangga menyebut aku berasal dari makassar, bukan maros, masa’ aku harus begini ??
Ayo teman-temanku, putra Maros yang lain, bagaimana kota ini menurut kalian?? Pernahkah kalian membandingkan kota kita ini dengan kota2 lain, di sulawesi selatan saja sepertinya kita tertinggal sangat jauh.