Imaginecup Algorithm 2008 February 2, 2008
Posted by fahrurhidayat in Uncategorized.trackback
Seorang teman pernah memberitau saya tentang kompetisi IT yang diadakan oleh microsoft namanya imaginecup. Awalnya ketika diberitau informasi tersebut saya sih cuek aja karena saya tidak pernah memiliki keyakinan akan menang. Bukan hanya itu, kemampuan juga tidak ada.
Beberapa bulan setelah diberi tau informasi tersebut, saya mendapat kabar bahwa empat tim dari ITS menang IBM (menang atau lolos ke babak berikutnya atau apa saya juga kurang tau). Hal itu membuat saya bangga sekaligus semangat karena tim ITS ternyata hebat-hebat.
Salah seorang anggota dari salah satu tim yang menang IBM itu (Mirza) mengingatkan saja akan imaginecup dan mengajak saya untuk ikut di kategory algorithm yang bersifat individu dan ronde pertama dilakukan secara online. Awalnya sih sempat males juga karena kategory yang di ikuti adalah tergolong kategory yang menurut saya tergolong kedalam kategory yang berat yaitu algorithm.
Kemudian saya tanya ke salah seorang teman (arya_n_n) yang sudah ikutan bermain di kompetisi tersebut mulai dari match 2. Dia menjelaskan kepada saya cara bermain dan aturan permainannya. Saya coba sekali dan ternyata asyik dan menantang, saya pun memutuskan untuk mengikuti kompetisi tersebut di match 3 (Ronde satu teridiri dari 4 match dimana tiap match akan di ambil 50 besar sehingga ada 200 orang yang di saring di ronde satu ini) sementara ronde 2 yang tersisa 3 hari saya jadikan waktu untuk pemanasan.
Pemainannya sangat sederhana, terdapat sebuah robot yang konon katanya nama robot tersebut adalah herbert. Herbert hanya mengenal 3 buah perintah yaitu s, l, dan r. Jika kita memberi perintah s maka robot tersebut akan bergerak maju satu petak, jika diberi perintah l maka ia akan memutar haluan ke kiri dan jika diberi perintah r akan memutar haluan ke kanan. Perintah-perintah tersebut bisa kita persingkat menggunakan fungsi. Tujuan herbert adalah menginjak semua tombol putih tanpa menginjak tombol yang hitam. Semakin banyak tombol putih yang diinjak oleh herbert maka semakin besar pula point yang kita kumpulkan. Untuk lebih jelas mengenai cara memainkannya (saya menggunakan istilah memainkannya karena saya menganggap herbert ini sebagai sebuah game) dapat mengunjungi alamat ini.
Di match 3 saya tidak begitu berharap bisa masuk kedalam 50 besar karena saya memang masih dalam tahap belajar dan mencoba. Selama 2 minggu waktu untuk match 3, saya awalnya hanya bisa menyelesaikan level 1 dan 2 sementara di level 3 kelebihan 1 byte (Inilah serunya kategory algorithm karena jumlah code kita dibatasi beberapa byte). Kelebihan 1 byte ini membuat saya malas untuk lanjut ke level 4,5,6 dan seterusnya sampai level 25. Point saya waktu itu tidak sampai 300.
Karena pada waktu match 3 berlangsung bertepatan dengan liburan minggu tenang ITS sebelum UAS (Ujian Akhir Semester), saya bersama 4 orang teman melakukan roadshow hingga akhirnya saya mengalami kecelakaan di Madura. Nyaris nyawa saya dan Mirza melayang waktu itu. Untung saja setir sepeda motor yang kami tumpangi (waktu itu saya yang menyetir) saya banting ke kiri dan menghantam sepeda motor lain yang sedang melaju pelan. Jika tidak maka kami akan berhantaman dengan sebuah truk besar yang melaju dengan sangat kencang waktu itu. Siku, paha, dan lutut saya luka dan memar.
Akibat kecelakaan itu saya malas untuk melanjutkan match 3, meskipun masih ada level lain yang saya kerjakan. Di match 3 saya berada pada urutan ke 94 dengan hanya mengerjakan 9 level. Saya kemudian berfikir seandainya saya tidak mengalami kecelakaan dan saya terus tekun mengerjakan ke 25 level match 3 tersebut kemungkinan besar saya bisa masuk ke dalam 50 besar. Semangat saya pun bangkit untuk mengikuti match 4 ditambah teman seangkatan saya Arya sudah lebih dahulu lolos di Match 3 dengan peringkat 13 (kalau tidak salah ingat, kalau salah ingat ya paling tidak jauh-jauh amat dari angka tersebut ) dan poinynya di atas 30.000.
Match 4 Pun di mulai pada tanggal 17 January 2008. Dalam 2 hari saya bisa menyelesaikan 17 level yakni level 1-18 kecuali level 5 sementara level 5,19,21,22,23,24,25 tidak bisa saya kerjakan. Kemampuan saya yang meningkat begitu pesat dibandingkan pada match 3 sebelumnya membuat saya semakin percaya diri. Namun point saya yang sudah cukup tinggi di awal match dan sudah memasukkan saya pada peringkat 13 (ini adalah peringkat tertinggi yang pernah saya capai) membuat saya malas untuk melanjutkannya. Akibatnya saya pun bersantai ria. Setiap hari saya melihat perkembangan leaderboard dan nama saya tergeser kebewah secara perlahan-lahan. Karena takut tidak lolos maka 8 level yang belum saya selesaikan saya kerjakan. Ternyata saya tidak bisa menyelesaikannya melainkan hanya mengumpul point semata. Point yang terkumpulpun sangat sedikit dan total point saya kurang lebih 22000.
Saya sedikit kecewa karena tidak lolos ronde satu, tetapi saya memiliki semangat baru untuk imaginecup algorithm 2009. Imaginecup 2009 aku menunggumu….

semangat rur!!! aku nang mburimu jeh….
keren, keren,….
harumkan nama tc bung…
dan jangan lupa, kasih kelompok saia nilai yang bagus….
*kabuuurrr….*