Kerja Praktek August 12, 2008
Posted by fahrurhidayat in Uncategorized.Tags: Jalan-jalan
trackback
Belasan tahun yang lalu saya sempat menginjakkan kaki di Ibu Kota. Tepatnya naik kelas 4 SD. Waktu itu saya mewakili kabupaten Maros dalam kegiatan Gelantara, pada tahun 1996. Beberapa minggu yang lalu, kurang lebih satu bulan, saya kembali mengunjungi Ibu Kota Indonesia. Jakarta namanya. Tujuannya untuk memenuhi salah satu mata kuliah wajib di institut saya berkuliah. Mata kuliah dengan beban satu sks ini disebut kerja praktek. Karena saya menerima beasiswa dari bosowa, maka saya memilih KP (singkatan dari kerja praktek) di bosowa.
Kebetulan partner KP saya, Aly, itu adalah nama lengkapnya, karena namanya terlalu pendek, ditambah satu huruf lagi menjadi Alay, adalah orang jakarta (bukan Jakarta asli, tapi anggap saja orang Jakarta, menurut pengakuan Alay sendiri dia adalah orang Jakarta Impor). Alay menawarkan diri untuk menjadi partner saya. Tentu saja saya mau, Alay orang yang pinter, pandai lagi, hal ini pasti sangat membantu saya saat KP nanti. Ternyata Alay tidak hanya berguna dalam hal kepintaran dan kepandainnya, tetapi membantu saya dalam hal finansial. Saya tidak perlu menyewa kos lagi selama di Jakarta, padahal harga kos di Jakarta sebulan bisa menyamai harga kos di Surabaya untuk setahun. Makan, mandi, istirahat, semunya di rumah Alay. Saya benar-benar berterima kasih sekali kepada Alay beserta keluarganya, ayahnya (biasa saya dengar Alay memanggilnya Aba), ibunya (Alay memanggil ibunya dengan sebutan Uma), Adeknya Khotijah, Adeknya satu lagi (saya tidak tau namanya, tapi hobinya nonton film korea), dan tantenya (biasa dipanggil Ipa). Mereka semua baik hati dan ramah, bersedia menerima saya menjadi anggota keluarganya selama sebulan.
Saya sering melihat kemacetan Jakarta di televisi, dan pada hari pertama KP, saya pun akhirnya merasakan kemacetan tersebut. Kemacetan di mulai sejak keluar dari rumah Alay, jalan condet raya, sampai ke Kantor Bosowa Corporation di jalan H. Rasuna Said. Saya bisa mengerti kalau orang Jakarta banyak yang stres karena macet. Saya juga merasakan hal tersebut. Asap dan suara kendaraan saja sudah sangat mengganggu, apalagi jika di kejar waktu meeting dan deadline tugas. Benar-benar dapat membuat stres.
Tetapi pagi itu, dalam suasana macet, ada sesuatu yang membuat saya benar-benar kagum. Sebuah tulisan besar “Rasuna Said Epicentrum”. Tulisan tersebut terpasang di Jembatan layang yang melintasi jalan H. Rasuna Said. Saya tidak mengerti apa maksud kata-kata itu, tetapi setelah melintasi tulisan tersebut, saya melihat pemandangan yang menakjubkan bagi saya. Kumpulan gedung-gedung tinggi yang sebelumnya hanya saya lihat di televisi berjejer rapi dan bagus. Mobil-mobil mewah berbaris masuk di gerbang setiap gedung. Pria dan wanita berpakaian rapi, dengan langkah cepat tetapi tidak terburu-buru juga berjalan memasuki gedung-gedung tersebut. Sebuah bus, bukan busway, berhenti di sebuah halte khusus. Orang-orang yang turun dari bus adalah pria dan wanita dengan pakaian rapi, sepertinya bus tersebut adalah bus perusahaan untuk karyawan. Kata orang-orang istilahnya shuttlebus.
Akhiranya saya dan Alay tiba di kantor Bosowa Corporation. Di menara karya lantai 16. Saat itu kami bingung mencari tempat parkir utuk sepeda motor. Setelah berputar-putar di basement. Akhirnya kami menemukan tempat parkir sepeda motor di basement 3. Parkir di menara karya menggukan secure parking, tarifnya Rp 1.000,- perjam. Karena KP dimulai pukul 9 sampai pukul 5 sore, jadi kami biasanya bayar parkir kurang lebih Rp 8.000,- sampai Rp 10.000,- per hari. Biaya parkir yang mahal sekali menurut saya.
Masuk ke dalam gedung, naik lift ke lantai 16, kami pun tiba di Bosowa Corporation. Kami langsung berhadapan dengan respsionis yang belakangan kami kenal dengan nama Dewi. Ibu Sri pun menuntun kami ke ruang IT dimana tempat kami akan bekerja selama sebulan. Ibu Sri adalah karyawan HRD yang selama ini kami hubungi. Kami kemudian dikenalkan dengan Pak Ichsan, Pak Umara, Pak Ichal, Pak Firman, dan Pak Fadly. Mereka semua menyambut kami dengan baik dan ramah. Menurut saya suasana kerja praktek di bosowa benar-benar menyenangkan.
Selama sebulan kerja praktek, kami tidak hanya fokus mengerjakan tugas saja. Sesekali kami berjalan-jalan ke tempat-tempat yang dapat kami jangkau. Bukan untuk menghilangkan penat karena kerja seperti orang kantoran, tetapi karena mumpung lagi di Jakarta, ya diusahakan jalan-jalan sebisanya. Bahkan kami pernah bersepakat untuk bolos kerja hanya untuk jalan-jalan. Kami kerja praktek di Jakarta berjumlah 14 orang, dan tersebar di beberapa kantor. Itulah sebabnya kami perlu membuat kesepakatan sebelum jalan-jalan bersama.
Selama sebulan di Jakarta, banyak sekali pengalaman yang saya peroleh. Salah satu pengalaman yang tidak mungkin saya lupakan adalah kecopetan di kereta listrik ekonomi. Waktu itu saya mau ke bogor bersama seorang teman bernama mirza. Karena si pencopet lagi mujur, Handphone kami berdua pun menjadi miliknya.
Tanggal 30 Juli saya pulang ke Surabaya dengan menggunakan kereta Agrobromo Anggrek II, pulang sendiri karena beberapa teman sudah pulang lebih dulu. Akhirnya saya meninggalkan Jakarta.
Kapan lagi ya saya ke sana ??

Hi Anak Anak Gelantara..
Mau diabsen dulu nih..
Karena mesin absenya belum jadi, mohon join dulu ke email saya di erik.bw@gmail.com atau di fs’nya
ditunggu ya
Thanks
Sama ji Kasus ta Paul. Saya pun demikian……..
Lain kalo kalo ke Jkarta ajak2 tong .
Heeeeeeeeeeeeeeeee
Daeng … HPmu yang ilang di Jakarta ada di aku, aku minta jaminan otakmu ya biar aku jadi pinter. Hahahahaha
wah…ceritanya…
wkwkkwkw….
dituntun ibu sri???
wah kayak anak bayi ae…
hahaha
Alow…aku anak Gelantara 96 juga nih…add di FS aku ya..YM aku thebest_galz@yahoo.com
Salam,
Maritha (wakil papua)